
Peringatan Hari Guru tahun ini menjadi momen penuh makna bagi Yayasan Albirru Indonesia Jaya. Sebagai lembaga sosial yang konsisten bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, yayasan tersebut kembali menunjukkan komitmennya melalui penyaluran donasi kepada para guru ngaji di Mushola Miftahul Jannah, yang berlokasi di Jl. Kp. Kobak Bawah / Jl. Swadaya Raya, Kelurahan Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Yayasan yang Tetap Konsisten dalam Misi Pendidikan dan Kemanusiaan
Sejak berdiri, Yayasan Albirru Indonesia Jaya dikenal sebagai lembaga yang aktif menjembatani kebaikan antara donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Dengan fokus pada pendidikan, penguatan karakter, serta pemberdayaan, yayasan ini berupaya menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Sebagai bagian dari misinya, Albirru Indonesia Jaya rutin melaksanakan kegiatan sosial yang mendukung para pengajar, khususnya guru ngaji yang berperan besar dalam pendidikan keagamaan. Oleh karena itu, peringatan Hari Guru menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan apresiasi kepada para pendidik nonformal tersebut.
Mengapa Guru Ngaji Menjadi Sasaran Utama Bantuan?
Guru ngaji memegang peranan penting dalam menanamkan nilai moral dan spiritual sejak usia dini. Di tingkat masyarakat, mereka menjadi garda terdepan dalam membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an, memahami dasar agama, hingga membentuk karakter yang berakhlak.

Namun demikian, banyak guru ngaji yang menjalankan tugas mulia tersebut tanpa dukungan finansial memadai. Melihat kondisi ini, Yayasan Albirru Indonesia Jaya menilai bahwa dukungan bagi guru ngaji bukan hanya penting, tetapi juga sangat mendesak. Karena itulah, bantuan di momentum Hari Guru diarahkan untuk mereka.

Pelaksanaan Kegiatan: Hangat, Sederhana, dan Penuh Kebersamaan
Kegiatan penyaluran donasi dilaksanakan langsung di Mushola Miftahul Jannah, yang sehari-hari menjadi pusat kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur’an bagi anak-anak sekitar. Suasana hangat terasa ketika perwakilan yayasan datang dan disambut oleh para guru ngaji serta masyarakat setempat.
Setelah sambutan singkat dan doa bersama, donasi pun diserahkan secara langsung. Bentuk bantuan tidak hanya bersifat materi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan moral yang memberi suntikan semangat bagi para guru yang telah lama mengabdikan diri.
Sebagai transisi menuju nilai kegiatan, momen tersebut menjadi pengingat bahwa perhatian kecil dapat memberi dampak besar bagi mereka yang selama ini bekerja dalam senyap, namun menghasilkan perubahan nyata di masyarakat.
Harapan dan Dampak yang Dituju
Dengan tersalurnya donasi ini, Yayasan Albirru Indonesia Jaya berharap tercipta beberapa dampak positif, antara lain:
- Meningkatkan kesejahteraan guru ngaji, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam mengajar.
- Memberikan apresiasi yang layak, sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi mereka dalam membimbing generasi muda.
- Mendorong semangat belajar anak-anak di lingkungan Mushola Miftahul Jannah, karena pengajarnya lebih terfasilitasi.
- Menguatkan hubungan antara yayasan dan masyarakat, khususnya dalam program-program pendidikan keagamaan.
Tidak hanya itu, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk menaruh perhatian kepada guru ngaji, yang selama ini menjadi pilar penting pendidikan nonformal di Indonesia.
Komentar dari Perwakilan Yayasan
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Yayasan Albirru Indonesia Jaya menyampaikan:
“Guru ngaji adalah ujung tombak pendidikan akhlak. Mereka bukan hanya mengajar huruf, tetapi juga membentuk karakter. Karena itulah, pada Hari Guru ini, kami merasa penting untuk memberikan apresiasi kepada mereka. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan penyemangat bagi para guru ngaji di Tambun.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa perhatian yayasan tidak hanya pada aspek materi, tetapi juga pada penghargaan terhadap peran strategis pendidik agama.
Rencana Jangka Panjang: Tidak Berhenti di Sini
Sebagai langkah lanjutan, yayasan berencana mengembangkan program berkelanjutan, seperti:
- Pendampingan guru ngaji melalui pelatihan metode pengajaran Al-Qur’an
- Pemberian bantuan rutin untuk fasilitas TPQ atau mushola
- Program sedekah buku iqra’, mushaf Al-Qur’an, serta alat peraga pendidikan
Dengan rencana ini, ada harapan bahwa dukungan terhadap guru ngaji bukan hanya muncul pada momen tertentu, tetapi berlangsung secara konsisten dan memberikan dampak jangka panjang.
Penutup
Perayaan Hari Guru tahun ini telah memberi makna tersendiri bagi masyarakat Tambun, terutama guru ngaji di Mushola Miftahul Jannah. Melalui kegiatan sederhana namun penuh kepedulian, Yayasan Albirru Indonesia Jaya telah membuktikan bahwa penghargaan kepada guru tidak harus mewah — yang terpenting adalah niat tulus untuk mendukung perjuangan mereka.
Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk turut mengambil peran dalam memuliakan para pendidik, terutama mereka yang mengabdikan diri di jalur nonformal, tanpa pamrih dan tanpa sorotan.